Webinar Potensi Agribisnis di Masa Pandemi Fakultas Ekonomi Unhasy

 

Sabtu (22/08/2020), Panitia webinar Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Hasyim Asy'ari mengadakan seminar untuk kali kedua pada masa pandemic Covid 19 sebagai salah satu bentuk kegiatan edukasi kepada masyarakat. Kegiatan yang diikuti oleh ratusan peserta tersebut dilaksanakan dengan berbasis web. Pelaksanaan webinar kedua yang diselenggarakan oleh Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Hasyim Asy'ari Jombang  dengan tema Potensi Agribisnis di Masa Pandemi merupakan betuk dedikasi  kepada masyarakat akan pentingnya menginkatkan minat jiwa berwirausaha termasuk pada generasi milenial untuk dapat mengoptimalkan segala bentuk kegiatan bisnis yang berkaitan bisnis agrarian. Termasuk memberikan tambahan wawasan di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Acara tersebut juga dilaksanakan secara live via Zoom Us., dengan tema Potensi Agribisnis di Masa Pandemi menghadirkan pembicara dari kalangan milenial yang memiliki prestasi dan capaian dalam bidang bisnis agribisnis yang sangat luar biasa. Dimana dalam kegiatan webinar kali ini narasumbernya adalah bapak Sandi Octa Susila, salah seorang praktisi yang memiliki banyak prestasi dan penghargaan dalam bisnis agribisnis, dimana mas sandi (panggilan akrab) juga menjadi Ketua Umum Duta Petani Milenial Indonesia,  Peraih Kick Andy Heroes 2020, Mengelola 120 Ha dengan 141 Komoditi, sebuah capaian yang luar biasa mengingat usia yang sangat mudah untuk meraih semua kesuksesan tersebut dan panitian webinar jilid kedua yang diselenggarakan oleh Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Hasyim Asy'ari Jombang ini berharap agar dengan diadakannya kegiatan berbasis online ini dapat mengispirasi generasi muda untuk tidak ragu dalam memulai sebuah usaha.

Adapun dalam pelaksanaan kegiatan webinar ini, banyak ilmu serta pengalaman yang disampaikan oleh mas sandi sebagai narasumber, diantaranya adalah bahwa  “Petani Itu Keren” Selain Hardskill petani juga harus memiliki Softskill. Untuk mendapatkan peluang pasar dan saya saing produkbeberapa hal yang harus dilakukan petani dalam berbisnis produk pertanian dimasa pandemi adalah Berbasis ilmu, Inovatif, Strategi, Niat yang kuat, Informasi dan teknologi, Supel

Selain beberapa hal diatas, hal yang tak kalah penting yang perlu dilakukan dalam berwirausaha atau berdagang pada masa pandemic adalah dengan melakukan ekspansi produk atau ekspansi komoditas yaitu dengan menciptakan suatu produk yang memang bisa diterima dan tentunya dibutuhkan banyak konsumen. Contoh ekspanasi produk seperti holtikultura (sayur, buah), salmon, telur, kecap ayam dan produk kebutuhan sehari-hari lainnya. Produk-produk tersebut tentunya harus sesuai dengan standar pengelolaan yang benar hingga sampai pada konsumen. Contoh saja pada komoditas tomat, sebelum produk tersebut sampai ke tangan konsumen perlu adanya sartasi dan grading terlebih dahulu dengan dilakukannya pembersihan produk kemudian penyimpanan produk dan selanjutnya adalah distribusi produk. Untuk ukuran komoditas tomat sendiri biasanya mencapai ukuran yang berbeda-beda muali dari yang besar dengan ukuran > 100 gr, ukuran sedang antara 75-100 gr, dan ukuran kecil <75>

            Pada webinar ini, pemateri juga berbagi pengalaman luar biasanya kepada para peserta webinar bahwasannya beliau telah melakukan program kerja MTP 2018 hingga 2020 diantaranya dengan melakukan ekspansi komoditas (ekspansi tidak harus pada komoditas sayuran saja), ekspansi pasar from supermarket to N-user, kerjasama dengan pengembang aplikasi digital e-commerce, peningkatan 10 client N-user. Selain itu pada program MTP tahun 2020 beliau juga melakukan penjajakan pertanian smart farm Indonesia-korea selatan, opening D-HIMA Catering, penjajakan dan peluncuran EXPORT, serta peningkatan 10 client N-user ditahun 2020 kolaborasi investor.

Decoding the Economics of Covid 19 adalah cara meningkatkan pasar dengan digitalisasi (sentuhan digitalisasi) dan online market. Sebagai contoh yaitu Kedai emak. Kedai emak adalah bentuk kerjasama PT. Kedai Sayur Indonesia dan PT. Sinergi Tani Indonesia yang ditujukan kepada konsumen untuk mendapatkan produk sayuran, buah dan lauk pauk setiap hari yang akan diantar langsung ke lokasi melalui mitra.

Berdasarkan uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa sektor yang sebenarnya bperspektif adalah pertanian. bisnis pertanian tidak akan pernah mati, karena setiap manusia membutuhkan sandang, pangan, papan. Selama manusia masih hidup kita masih membutuhkan makan.

 

© Copyright Pusat Data Dan Teknologi Informasi (PDTI) 2017.