Economic Internasional Collaboration Sosiekonomi Indonesia & Malaysia Di Era Pandemik (Siri 4) : Sektor Kesehatan

 

Economic Internasional Collaboration

Sosiekonomi Indonesia & Malaysia Di Era Pandemik

(Siri 4) : Sektor Kesehatan

Jombang – Pada hari jumat (24/12/2021) Kolaborasi dan refleksi anatara BEM Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) bersama Universiti Teknologi Mara, menggelar seminar Internasional bersama Universiti Teknologi Mara, yang bertema “SOSIEKONOMI INDONESIA & MALAYSIA DI ERA PANDEMIK (SIRI 4) : PARADIGMA INDUSTRI PENJAGAAN KESEHATAN”. Acara ini merupakan salah satu bentuk kerja sama dan partisipasi dengan memfokuskan event paradigma sektor kesehatan dalam menghadapi masa pandemi dengan tujuan dilaksanakannya seminar ini adalah untuk memberikan pemahaman bagi para peserta terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi pra dan dimasa pandemi Covid-19. Kegiatan berlangsung mulai pukul 19.30 WIB secara virtual melalui aplikasi zoom meeting.

Seminar yang menghadirkan 2 pemateri dengan tema yang terkait, Syazaliana Binti Abdul Hamidi selaku pemateri pertama (Malaysia) dan Murti Rahayu Utami selaku pemateri kedua (Indonesia). Adapun kegiatan seminar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai kebijakan yang telah dan akan menjadi suatu bekal dalam bidang ilmu pengetahuan serta wawasan dalam bidang sosial.

Kegiatan resmi dibuka oleh Bapak Masyudhan Dardiri, S.Sy., M.H selaku Kemahasiswaan Devisi Kepesantrenan Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Beliau mengatakan, seminar ini memiliki kontribusi yang tinggi terhadap Fakultas Ekonomi (FE) dan University Teknologi Mara, yang mencakup banyak aspek keilmuan sebagai wadah dalam memahami tingkat perkembangan ekonomi terutama pada sektor kesehatan dimasa pandemi. Dilanjutkan sambutan dari Puan Noor Azillah binti Mohammad Ali selaku ketua UKM Teknologi Mara, Malysia. Dalam sambutannya mengapresiasi pelaksaan acara tersebut.

Adapun diselenggarakannya Seminar ini untuk berbagi pengalaman dari topik yang terkait mengenai Paradigma Industri Penjagaan Kesehatan, berharap jika kerja sama seperti ini harus terus digalakan sehingga misi yang sudah disepakati yakni membangun generasi muda Indonesia bisa tercapai dengan sempurna dan terus terjalin silaturahmi”.

Setelah memasuki acara pembuka dari pihak Malaysia, dilanjut pertama dari saudari Syazaliana Binti Abdul Hamidi bersama saudari Murti Rahayu Utami  untuk pembahasan kali ini tentang sektor kesehatan, ada tiga bidang usaha yaitu services Pharmaceutical dan manufacturing. Terkait materi yang disampaikan para pemateri menjelaskan tiap sub sektor yang mempengaruhi tingkat keuntungan selama berlangsung masa pandemi Covid-19 yang menjadi dampak dan pengaruh tiap lini sektor.

 “Selama masa pandemi bisa dilihat dari sektor service (Rumah sakit) keuntungan memang bertambah yang bergerak dalam Bidang Jasa Konsultasi Bisnis dan Manajemen termasuk Jasa Manajemen Rumah Sakit. Termasuk dalam industri penyedia jasa kesehatan. Seperti halnya yang berbeda dalam bidang kimia farma dan kalbe farma, yang mengalami penurunan harga saham dari kimia farma karna perubahan pada profitability ratio Kimia Farma tidak mencapai target, presentase Return On Asset (ROA) Kimia Farma untuk dua tahun dari pada tahun 2019 hingga 2020 adalah -0,56%, manakala Return On Equity (ROE) pula adalah -0,31?n net profit margin (NPM) adalah 0,35%. Namun Selama masa pandemic keuntungan kedua perusaaan meningkat dari pada tahun sebelumnya bisa diihat dari net profit margin Kimia Farma pada tahun 2019 naik  sejumlah 0,35 ?n Kalbe Farma memiliki net profit margin  naik sejumlah sejumlah 0.90%. yang selanjutnya manufacturing (Itama Ranoraya & Metro Healthcare) saya mengambail sektor ini dikarenakan penyedia layanan kesehatan yang paling andal dan selalu berorientasi pada pelanggan di Indonesia dan PT Metro Healthcare Indonesia Tbk merupakan grup yang bergerak dibidang layanan kesehatan terpadu yang kedepannya akan mengembangkan layanan kesehatan berbasis teknologi dan training center. Selama masa pandemi akhir tahun 2020 hingga awal tahun 2021 harga saham PT Itama Ranoraya menglaami kenaikan yang signifikan, Ini dikarenakan pada masa pandem banyak sector lain yang mengalami kemunduran, sehingga setelah masa pandemic yang dimulai pada akhir tahun 2020 dan menuju tahun 2021, beberapa sector seperti ekonomi dan pendidikan sudah muali dibuka, tapi mensyaratkan bahwasannya masyarakat yang akan melakukan aktivitas New Normal harus dapat membuktikan dirinya negative Covid 19”.

Seminar ini disaksikan kurang lebih dari  200 partisipan Universitas Hasyim Asy’ari dan Universitas Teknologi Mara, yang berlangsung dengan lancar. Acara selanjunya dengan membuka Q&A dengan menjawab pertanyaan yang telah dikirim peserta selama acara berlangsung dan ditutup dengan Do’a yang diwakili saudara Sultan Fahmi Risnanto. Peluang bagi semua pihak agar dapat lebih leluasa dalam memilih jadwal dan tentunya menjadi kemudahan yang didapat hanya dengan berinvestasi partisipasi dan waktu.

 

 

© Copyright Pusat Data Dan Teknologi Informasi (PDTI) 2017.