FE UNHASY Tebuireng Jombang Gelar Seminar Virtual Economic International Collaboration Dengan Universitas Teknologi Mara Malaysia

 

FE UNHASY Tebuireng Jombang Gelar Seminar Virtual Economic International Collaboration Dengan Universitas Teknologi Mara Malaysia

Tebuireng.online -Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) Tebuireng Jombang mengadakan seminar Internasional bersama UKM Universiti Teknologi Mara, Malaysia dengan mengangkat tema “SOSIEKONOMI INDONESIA & MALAYSIA DI ERA PANDEMIK (SIRI 3) : PERINDUSTRIAN PANDEMIK” pada hari jumat (29/10/2021). Dimana dalam seminar ini difokuskan untuk memberikan pemahaman bagi para peserta dalam menghadapi masalah perindustrian pada masa pandemi saat ini.

Keynote Remaks dari Bapak Prof. Dr. Haris Supratno selaku Rektor Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng dengan memberikan arahan dan apresiasi atas konstribusi BEM Fakultas Ekonomi (FE) dan University Teknologi Mara, Malaysia dalam memberi wadah dengan seminar ini agar para peserta memahami apa saja yang harus dilakukan dalam menghadapi pandemi ini terutama dalam menghadapi perubahan harga saham sebelum & sesudah dan pertumbuhan perekonomian nasional. Dilanjutkan sambutan dari Puan Noor Azillah binti Mohammad Ali selaku ketua UKM Teknologi Mara, Malysia. Dalam sambutannya mengapresiasi pelaksaan acara tersebut.

 

Dalam Acara tersebut BEM Fakultas ekonomi Unhasy dan UKM Universiti Teknologi Mara, Malaysia, menghadirkan pemateri Farhan Firdaus Haqim Bin Fairil Hisham selaku Pemateri 1 (Malaysia) dan Nofi Khofifah Safitri selaku Pemateri 2 (Indonesia). Farhan Firdaus Haqim Bin Fairil Hisyam

Beliau menyampaikan bahwa faktor yang menyebabkan perubahan harga saham sebelum dan sesudah Covid-19 salah satunya adalah dampak yang ketara terhadap harga saham QL Resources Berhad menurun dari RM8.610 pada 17 Februari 2020 kepada RM6 pada bulan Mei 2021. Untuk itu kita kukhkan lagi bahwa bukti sektor pertanian ini mengalami kemerosotan. Tetapi tidak hanya QL Resources saja yang mengalami kesan buruk terhadap harga saham. Bahkan syarikat lain juga mengalami perkara yang sama. Contohnya adalah syarikat Leong Hup International Berhad. Syarikat itu juga dibawah sektor pertanian. Berdasarkan grafik telah membuktikan bahwa harga saham syarikat ini menurun dari RM0.835 pada September 2019 menjadi RM0.690 pada Maret 2020. Seterusnya, selama 6 bulan tempo PKP harga saham syarikat ini melonjak naik dari RM0.90 pada bulan Maret 2020 naik menjadi RM0.850 pada bulan Agustus 2020 sampai 26 September 2021.

 

Lalu dilanjutkan dengan penyampaian materi kedua oleh Novi Khofifah Safitri. Beliau menyampaiakan bahwa upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan stabilitas keuangan negara dan mendorong pemulihan ekonomi Indonesia. Yaitu, Meskipun dengan kondisi dunia yang juga mengalami tantangan, Menteri Keuangan menekankan bahwa pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut. Ini didukung oleh keberhasilan penanganan Covid-19 terutama saat terjadi lonjakan kasus akibat varian Delta pada Juni 2021, namun kasus harian Covid-19 secara bertahap menunjukkan penurunan sejak awal Agustus tahun 2021. Perkembangan penanganan yang positif ini mendorong pelonggaran pemberlakuan pembatasan aktifitas masyarakat, sehingga aktivitas ekonomi juga secara bertahap menunjukkan pemulihan.

.

Seminar Virtual Nasional tersebut dilaksanakan pada hari Jumat dimulai pukul 07.30 – 09.30 PM melalui via ZOOM meeting karena situasi pandemi saat ini yang tidak memungkin[H1] kan jika dilaksanakan secara tatap muka. Namun hal tersebut tidak menyurutkan antusiasme peserta untuk mengikuti dan menggali informasi dari narasumber yang dihadirkan. Jumlah peserta yang menyentuh sampai angka 200 [H2] dan dengan latar belakang yang berasal dari Mahasiswa, Dosen, yang diangkat sangat relevan dalam keadaan dan situasi saat ini. Dapat dilihat bahwa kegiatan tersebut berjalan dengan sangat hangat dan banyak dari peserta mengajukan pertanyaan yang sangat berbobot dan jawaban yang diberikan oleh narasumber sangat lugas dan komprehensif.


 

 

© Copyright Pusat Data Dan Teknologi Informasi (PDTI) 2017.