Webinar Kewirausahaan dengan Tema “Bisnis Start Up di Era New Normal”

 

Webinar perdana pada masa pandemi covid 19 telah sukses dilaksanakan oleh prodi manajemen fakultas ekonomi universitas hasyim asy’ari yang diikuti oleh sekitar 150 peserta dengan cukup antusias, para peserta merasa bahwa kegiatan webinar ini sangat bermanfaat karena pematerinya yang cukup berpengalaman serta memberikan materi dari pengalaman pribadi secara empiris dan menarik. Webinar yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 Juli 2020 pukul 15.30 - Selesai melalui aplikasi Zoom Meeting berjalan dengan menarik, acara webinar ini dibuka dekan fakultas ekonomi Dr. Tony Seno AJi., SE., ME dengan Pemateri pertama bapak A. Fakhri Arifyanto, S.P., M.M       (Direktur PT. Ameeratama Sejahtera Abadi/Dosen FE Unhasy) dan pemateri kedua bapak Dias Satria, SE., M.App.Ec., PhD. (Founder Jagoan Indonesia/Dosen FEB UB).

  1. Pemateri 1 (Oleh : A. Fakhri Arifyanto, S.P., M.M)

Tema: Menjalankan Business Start Up dimasa Pandemic

Business Start Up adalah bisnis yang terdiri dari unsur-unsur sebagai berikut: Perusahaan baru (rintisan) dibidang teknologi dan informasi, usia perusahaan kurang dari 3 tahun, jumlah karyawan minimalis, umumnya bergerak dibidang teknologi, konsumen startup adalah prioritas, serta gencar mencari investor.

Jenis pendanaan yang diperoleh oleh sebuah perusahaan start up yaitu sebagai berikut:

  1. Bootstraping

Mencari sendiri sumber pendanaan melalui sumber daya yang mereka miliki melalui link atau relasi yang dimiliki.

  1. Seed funding

Melalukan presentasi kepada perusahaan yang dirasa mampu memberikan pendanaan kepada startup yang dimiliki untuk membuktikan bahwa ide bisnis dapat berjalan dengan baik sebelum memperoleh pendanaan lebih lanjut.

  1. Seri A,B,…Funding

Perusahaan yang sudah mempunyai nama dan sudah siap menerima pendanaan dari Venture Capital, menawarkan saham dll.

Berdasarkan survey dari DJP bulan Juli hingga Agustus 2020 dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Apa strategi utama anda untuk mengatasi kesulitan kesulitan bahan baku atau barang dagangan?
  2. Strategi lain untuk mempertahankan kelangsungan usaha anda?
  3. Selain stimulus pajak yang saat ini tersedia, stimulus apa yang anda butuhkan?
  4. Bagaimana kecukupan kas usaha dibandingkan biaya operasional usaha?
  5. Apa kesulitan terbesar pada usaha anda?

Adapun dampak adanya covid-19 bagi kehidupan adalah bidang kehidupan terhenti, seperti halnya produksi menurun, perdagangan menurun, daya beli menurun, sehingga dengan adanya dampak tersebut maka perlu adanya upaya untuk mengatasinya. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pendidikan.Pendidikan “Berpeluang” berkontribusi dalam meminimalkan dampak pandemic covid-19 yaitu dengan langkah sebagai berikut:

  1. Meminimalkan tantangan: program studi yang menjawab kebutuhan dan tantangan
  2. Relevansi metode belajar: metode belajar terpersonalisasi dan berbasis kompetensi
  3. Hadap tantangan: pendidikan yang memfasilitasi peserta menghadapi tantangan nyata
  4. Kolaborasi: belajar melalui kolaborasi dengan organisasi yang relevan.

 

  1. Pemateri 2 (Oleh : Dias Satria, SE., M.App.Ec., PhD)

Tema: Inovasi Digital dan Bisnis Kreatif di Pandemi Covid-19

Di era sekarang digital menjadi platform yang harus bisa kita pelajari dan kuasai. Perkembangan UMKM atau usaha kecil tidak terlepas dari kekuatan dari support lokal, karena melihat masyarakat sekarang cenderung lebih “picky”, untuk itu support produk lokal dengan kretifitas dan digitalisasi sangat diperlukan.

Bagaimana kamu menjadi manfaat bagi dunia sekitar? Jawabannya adalah harus punya “DESIGN THINKING”. Design Thinking merupakan cara untuk memahami apa yang orang lain atau masyarakat butuhkan/inginkan. Dimulai dari emphty kita harus mampu menciptakan opportunity atau peluang untuk menciptakan suatu design thinking tersebut. Karena apabila kita tidak bisa mengambil peluang tersebut maka kita akan rugi. Contoh produk hasil design thinking di kota Malang yang diciptakan oleh generasi anak muda yaitu Mie Setan dan Super Cars. Ada pula produk unggulan dari Jagoan Indonesia oleh Bapak Dias Satria yaitu produk Kripik Pala yang didesain secara unik dan sesuai kebutuhan konsumen saat ini.

Selain itu, ada dua cara menjadi manfaat bagi sekitar yaitu sebagi berikut:

  1. The Only Way to Winning is to Learn Faster (Bergerak dan Belajar)

Cara melakukan desain thinking paling mudah yang dapat kita lakukan bisa dimulai dari bergerak dan belajar mendesain produk-produk UMKM disekitar kita

  1. UVP (Unique Value Proporsition)

Mengetahui apa keunikan produk yang kita miliki sehingga produk tersebut bisa berbeda dan punya keunikan tersendiri dari produk lain.

Tren saat ini orang tidak selalu ingin makan direstoran tetapi tren makan dirumah lokal pun menjadi keunikan tersendiri sekarang. Untuk itulah pentingnya di era sekarang kita perlu mengusasi perpaduan kreatifitas dan digitalisasi agar mampu menguasai tren yang sedang berkembang. Namun hal itu tidak mudah tanpa adanya dukungan dan kolaborasi dari berbagai komponen mulai dari akademisi, bisnis, government dan media.

Ada beberapa pilihan terbaik yang perlu dimiliki untuk menjadi seorang yang kreatif dalam bidang usaha era sekarang yaitu sebagai berikut:

  1. Berani dan Pencari Resiko

Dalam hal ini kita harus lebih disiplin, lebih berpikir empiris dan lebih waspada terhadap berbagai hal yang akan terjadi.

  1. Inovatif

Mempunyai kemampuan untuk berinovasi, mengembangkan kreatifitas dengan disiplin.

  1. Dunia yang cepat

Mengetahui kapan kita harus bergerak lebih cepat dan tidak.

  1. Keberuntungan

Segala yang dilakukan diharapkan mendapatkan keberuntungan sesuai yang diinginkan.

© Copyright Pusat Data Dan Teknologi Informasi (PDTI) 2017.