KUNJUNGAN STUDI VIRTUAL KEMENTERIAN KEUANGAN DI FAKULTAS EKONOMI UNHASY “Kebijakan Transfer ke Daerah dan Dana Desa”

 

Jombang – Selasa, 22 Maret 2022 Giat Financial Literacy, Fakultas Ekonomi Universitas Hasyim Asy’ari bekerjasama dengan Kementerian Keuangan  Republik Indonesia mengadakan studi kunjungan virtual  dalam rangka memberikan edukasi mengenai kebijakan di bidang keuangan dan kekayaan negara bagi Civitas Akademika Universitas Hasyim Asy’ari.

Adapun tema yang diangkat yakni “Kebijakan Transfer ke Daerah dan Dana Desa”, Acara dilaksanakan secara virtual melaui  aplikasi Zoom Cloud meeting  dan diikuti kurang lebih 200 partisipan. Acara diawali dengan sambutan Bapak Wakil Rektor I Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang Bapak H. Ahmad Faruq. Beliau menyambut dengan antusias acara virtual dari Kementerian Keuangan, besar harapan acara ini bisa menguatkan financial literacy mahasiswa dan seluruh civitas akademika Universitas Hasyim Asy’ari.

Selanjutnya sambutan dari Ibu Rahayu Puspa Sari selaku Kepala Biro Komunikasi, Informasi dan Kelembagaan Kementerian Keuangan.  Dalam Sambutannya beliau menyampaikan bahwa Kementerian Keuangan mengemban  amanah negara yakni tidak hanya sebatas janji  tetapi juga pertanggungjawaban atas uang rakyat. Oleh sebab itu pemerintah melalui Kementerian Keuangan memiliki peran alokasi, distribusi, dan stabilisasi.

Studi Virtual yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan tersebut berjalan dengan lancar dengan pemateri pertama yaitu Bapak Taukhid, S.E., M.SBc.IB., M.B.A dari KaKanwil DJPb Provinsi Jawa Timur dan pemateri kedua yaitu Moch. Achmad Lilik dari Kementerian Keuangan. 

Materi pertama yang disampaikan adalah tentang Perkembangan Ekonomi dan Implementasi Kebijakan Fiskal Regional di Jawa Timur, dalam penyampaiannya dijelaskan bahwa Kementerian Keuangan bersifat holding company type dimana direktorat-direktorat jenderalnya melaksanakan tugas dengan ruang lingkup dan sifat yang berbeda, dan mempunyai instansi vertikal untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi di wilayah. Tugas Unit Vertikal Kementerian Keuangan tersebut diantaranya; Tugas Kanwil DJPb Jawa Timur yaitu Melaksanakan koordinasi, pembinaan, supervisi, asistensi, bimbingan teknis dukungan teknis, monitoring, evaluasi, analisis, kajian, penyusunan laporan, dan pertanggungjawaban di bidang perbendaharaan berdasarkan peraturan perundang-undangan. Tugas Kanwil DJKN Jawa Timur yaitu melaksanakan koordinasi, bimbingan teknis, pengendalian, evaluasi, dan pelaksanaan tugas dibidang kekayaan negara, piutang negara, dan lelang. Hingga membahas terkait Alokasi Belanja Negara di Jawa Timur Tahun Anggaran 2022.

 

Materi Inti disampaikan oleh Bapak Mochammad Ahmad Lilik dari Kementerian Keuangan. Beliau menyampaikan bahwasannya tujuan Negara Indonesia adalah melindungi segenap Bangsa dan seluruh umpah darah Indonesia, dan untuk mewujudkan kesejahteraan umum serta mencerdasakan kehidupan bangsa sesuai apa yang dimanatkan UUD 1945. Untuk mewujudkan harapan tersebut salah satu strategi yang dilakukan pemerintah yakni  melalui konsepsi desentralisasi Fiskal.

Transfer ke daerah dan dana desa merupakain bagian dari Belanja Negara dalam Rangka mendanai pelaksanaan desentralisasi fiskal. TKDD terbagi menjadi beberapa alokasi dana , yakni Dana Perimbangan, Dana Isentif Daerah, Dana Otonomi Khusus dan Dana Keistimewaan. Otonomi daerah dan desentralisasi fiskal merupakan alat untuk akselerasi mewujudkan kesejahteraan di pelosok negeri, Sedangkan untuk penguatan pola belanja pemerintah yang lebih fokus pada layanan publik serta percepatan aktualisasi layanan publik  dilakukan redesain dana bagi hasil dan dana alokasi umum serta penggunaan dana alokasi umum sesuai kinerja daerah.

Selama penyampaian materi, mahasiswa sangat antusias karena dengan adanya kunjungan studi virtual ini mereka dapat lebih memahami apa itu kebijakan transfer ke daerah dan dana desa. Antusiasme para mahasiswa dapat dilihat dari keaktifan mahasiswa dalam menyampaikan pertanyaan, mengikuti sesi lelang, dan sesi tanya jawab. Tidak hanya mahasiswa, penyampaian dari kedua pemateri juga dapat menjadikan pengetahuan baru dan bermanfaat bagi mahasiswa maupun dosen. Sehingga melalui kunjungan studi virtual ini harapannya para mahasiswa termotivasi untuk bisa belajar lebih dalam terkait kebijakan transfer ke daerah dan dana desa.

Oleh : Wina dan Meita